Rabu, 11 April 2018

REVISI JADWAL PENGUMUMAN LOKASI KKN ANGKATAN III

Sehubungan dengan perpanjangan waktu pendaftaran dan jadwal wawancara KKN, maka ada pergeseran jadwal pada pengumuman lokasi dan pembekalan KKN Angkatan III yang terlampir dalam berita tanggal 29 Januari 2018. Untuk itu kami beritahukan kepada calon peserta KKN untuk dapat menunggu pengumuman revisi jadwal selanjutnya. (admin.)
Share:

Minggu, 01 April 2018

PENELITIAN KOMPETITIF DOSEN IAIN BATUSANGKAR TAHUN 2018 MASUKI TAHAP SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN


Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmen untuk mendorong lahirnya penelitian yang berkualitas dengan menggelar Seminar Proposal Penelitian Kompetitif Dosen Tahun 2018. Pada acara yang dihelat Senin s.d Rabu, tanggal 19 s.d 21 Maret 2018 tersebut, sebanyak 42 calon peneliti, baik individual maupun perwakilan tim, hadir di Rocky Hotel Bukittinggi guna mempresentasikan proposal penelitiannya di hadapan reviewer yang telah ditunjuk oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI atau lazim disebut sebagai reviewer nasional LITAPDIMAS. Seminar proposal penelitian ini dilakukan untuk menyeleksi proposal yang benar-benar berkualitas dan layak untuk didanai. Kegiatan seminar ini merupakan salah satu tahapan dari serangkaian tahap seleksi. Hal ini sesuai dengan yang diungkap oleh Ika Metiza Maris, M.Si selaku Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan bahwa terdapat enam langkah yang harus dilalui agar penelitian bisa didanai. Langkah-langkah tersebut dilakukan secara online melalui situs LITAPDIMAS yang dikelola oleh Diktis. Langkah yang dimaksud adalah pendaftaran calon peneliti, validasi proposal, penetapan reviewer, penilaian reviewer, pengumuman proposal yang lolos dan terakhir monitoring penelitian. Langkah demi langkah yang ada menunjukkan ikhtiar untuk mendorong lahirnya penelitian yang berkualitas dan diharapkan bisa menembus jurnal nasional bahkan internasional. Pada kesempatan yang sama, Yusrizal Effendi, M.Ag selaku Ketua LPPM menambahkan bahwa pada tahun ini terdapat sembilan kluster penelitian yang dibuka oleh Direktorat Diktis. Namun hanya lima kluster yang akan diwadahi oleh IAIN Batusangkar. Kluster yang dimaksud adalah 1) Penelitian Pembinaan/ Kapasitas Pemula; 2) Penelitian Dasar Pengembangan Program Studi; 3) Penelitian Dasar Interdisipliner; 4) Penelitian Terapan dan Pengembangan Perguruan Tinggi; dan 5) Penelitian Terapan dan Pengembangan Nasional. Penelitian-penelitian yang akan didanai pada masing-masing kluster tersebut hanyalah penelitian yang memiliki nilai di atas passing grade. Sistem penelitian LITAPDIMAS secara eksplisit mensyaratkan bahwa penelitian yang bisa didanai hanyalah penelitian yang memiliki nilai rata-rata minimal 3. Yusrizal menegaskan bahwa proposal penelitian yang mendapat nilai di bawah batasan itu tidak akan didanai. Hal ini berlandaskan pada komitmen bahwa IAIN Batusangkar hanya akan mendanai penelitian yang berkualitas dan benar-benar layak untuk didanai. (FN)
Share:

Selasa, 13 Maret 2018

Kamis, 08 Maret 2018

BP-KKN IAIN BATUSANGKAR SERAHKAN DATA LOKASI PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) TAHUN 2018


Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) IAIN Batusangkar telah menyerahkan data lokasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2018 kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat. Proses penyerahan itu seiring dengan rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Mahasiswa KKN-PPM Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Sumatera Barat Tahun 2018 yang digelar 28 Februari silam. Bertempat di Ruang Rapat DPMD Provinsi, BP-KKN yang diwakili oleh Drs. Afwadi, M.Si dan Yose Rizal, SE menyerahkan data  lokasi KKN IAIN Batusangkar yang akan tersebar pada 5 Kabupaten, 8 Kecamatan, 26 Nagari dan 156 Jorong di Provinsi Sumatera Barat.
Afwadi,yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat di IAIN Batusangkar ini, memaparkan bahwa lokasi yang dimaksud adalah Kabupaten Tanah Datar yang meliputi 11 Jorong yang berada di 3 Nagari dan 2 Kecamatan. Sebanyak 88 orang mahasiswa direncanakan akan ditempatkan di kabupaten ini. Lokasi kedua berada di Kabupaten Agam, sebanyak 240 orang  mahasiswa akan ditempatkan di 41 Jorong yang terangkum dalam 3 Nagari dan 1 Kecamatan. Selanjutnya di Kabupaten Sijunjung yang berlokasi di 26 Jorong yang berada di 6 Nagari dan 2 Kecamatan. Sebanyak 186 orang mahasiswa akan ber-KKN di sini. Lokasi selanjutnya adalah Kabupaten Limapuluh Kota, sebanyak 384 orang mahasiswa akan diturunkan pada 48 Jorong yang berada di 1 Kecamatan dan 8  Nagari. Terakhir, Kabupaten Padang Pariaman akan menerima 336 orang mahasiswa yang akan ditempatkan di 30 Korong  yang berada di 2 Kecamatan dan 6 Nagari.
Dalam kesempatan ini, Afwadi yang juga merupakan Ketua BP-KKN angkatan III Tahun 2018 menyampaikan bahwa untuk Tahun 2018 ini, direncanakan akan ada 10 orang mahasiswa IAIN Padang Sidempuan, 10 Orang Mahasiswa UIR Pekanbaru dan 6 orang mahasiswa dari STIE Syariah Bengkalis akan ikut KKN bersama dengan Mahasiswa IAIN Batusangkar. Afwadi menambahkan bahwa pemilihan KKN bersama dengan ke 3 Perguran Tinggi tersebut adalah karena adanya kesamaan waktu pelaksanaan KKN Mahasiswa Perguruan Tinggi masing-masing dan juga merupakan tindak lanjut dari MoU dan MoA yang ditandatangani terkait dengan Pengembangan Program Pengabdian kepada Masyarakat.Salah satunya adalah dalam bentuk kerjasama Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional.
Pada kesempatan itu, DPMD Provinsi mengungkapkan bahwa tujuan pertemuan ini juga untuk menyinkronkan lokasi KKN-PPM antara Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Sumatera Barat dengan DPMD Kabupaten/Kota diseluruh Sumatera Barat. Pada rapat yang dihadiri oleh 12 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, 12 DPMD kabupaten dan 7 DPMD kota se Sumatera Barat ini, DPMD Provinsi menyampaikan harapan kepada masing-masing pihak untuk berkoordinasi agar persoalan tentang tumpang tindihnya  lokasi KKN PPM oleh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Sumatera Barat,  program kerja mahasiswa yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, persolan terkait tempat tinggal mahasiswa selama pelaksanaan KKN-PPM serta persoalan-persoalan yang akan menghambat pelaksanaannya dapat diminimalisir dan diantisipasi.(FN)
Share:

Rabu, 28 Februari 2018

RIBUAN CALON PESERTA KKN ANGKATAN III IAIN BATUSANGKAR TAHUN 2018 IKUTI WAWANCARA POTENSI


Sekitar 1.300 orang mahasiswa IAIN Batusangkar diprogramkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan III tahun 2018. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 935 orang dari jumlah tersebut telah mendaftar secara online via e-campus IAIN Batusangkar. Pendaftaran yang akan ditutup tanggal 28 Februari 2018 ini hanya bisa diikuti oleh mahasiswa mahasiswa semester VI ke atas yang memiliki IPK minimal 2,25. Saat mendaftar, calon peserta diharuskan untuk mengunggah soft copy pas photo terbaru ukuran 3x4 cm, scan asli KTP, scan asli tranksrip nilai dan scan asli sertifikat kelulusan materi Praktek Pengamalan Ibadah (PPI).
Setelah pendaftaran berstatus diterima, calon peserta diharuskan mengikuti wawancara potensi untuk pembagian kelompok dan penempatan lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 05 Februari s.d 12 Maret 2018. Pada wawancara ini akan digali kemampuan peserta yang bisa dimanfaatkan saat KKN nanti. Seperti yang dikatakan oleh Nadya Ulfa, mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan. Mulai dari nomor HP mahasiswa dan orang tua yang aktif, pernah atau tidak menjadi imam di Masjid/Mushalla, bisa mengaji irama (tilawah) atau tidak, keahlian apa saja yang dimiliki hingga punya pacar atau tidak. Awalnya Ulfa merasa sangat grogi dan cemas, namun semua perasaan tersebut hilang karena pertanyaan yang diberikan tidak sulit untuk dijawab. Ulfa menyadari bahwa wawancara ini dilakukan agar masing-masing kelompok memiliki orang yang bisa jadi imam, bisa mengaji irama, bisa ceramah atau bisa jadi khatib. Jadi, “kelompok tersebut gak malu-maluin”, ujarnya sambil tertawa.
Hingga saat ini, wawancara ini telah diikuti oleh sekitar 250 orang. Artinya, sekitar 80% calon peserta belum mengikuti wawancara. Drs. Afwadi, M.Si, selaku ketua BP-KKN memprediksi bahwa calon peserta akan membludak pada hari-hari terakhir proses wawancara seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Kecenderungan mahasiswa yang suka mengulur-ngulur waktu sementara tenaga pewawancara yang terbatas dan tidak hanya concern untuk mewawancara saja karena mesti mengerjakan tugas pokoknya membuat detik-detik terakhir wawancara terasa berat. Padahal panitia jauh-jauh hari telah membuka kesempatan demi menghindari penumpukan calon peserta. Sayang, usaha tersebut sepertinya belum membuahkan hasil yang menggembirakan. 
Yusrizal Effendi, M.Ag, Ketua LPPM mengatakan bahwa wawancara ini sangat penting untuk diikuti. Argumennya, proses wawancara dapat menjaring potensi-potensi apa saja yang dimiliki oleh calon peserta. Misalnya ada peserta yang memiliki potensi menjadi imam, da’i/da’iyah, qori/qori’ah dan segenap potensi lainnya yang bisa dimanfaatkan ketika peserta berada di lokasi KKN. Mengingat sebuah kelompok mahasiswa KKN mesti mengakomodir perimbangan potensi personal mahasiswa dari sisi gender, bidang ilmu jurusan/ fakultas dan kemampuan lapangan lainnya. Potensi tersebut kemudian dipetakan lalu dimanfaatkan untuk didistribusikan dalam pembagian kelompok dan penempatan lokasi KKN. Strategi ini diterapkan agar terbentuk kelompok yang solid dan mampu bekerja sama untuk memberdayakan masyarakat. (FN)

Share:

Selasa, 20 Februari 2018

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) IAIN BATUSANGKAR DAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) STIE SYARI’AH BENGKALIS TANDATANGANI NOTA KESEPAHAMAN



LPPM IAIN Batusangkar dan LPPM STIE Syari’ah Bengkalis Riau tanda tangani Memorandum Of Understanding (MoU), pada tanggal 15 Februari 2018. Nota kesepahaman dan kerjasama yang disepakati di STIE Syari’ah Bengkalis itu terkait dengan Pengembangan Program Pengabdian kepada Masyarakat itu melingkupi kerjasama Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional.
Ketua STIE Syari’ah Bengkalis, Khodijah Ishak, S.H.I, M.E.Sy turut hadir dalam kegiatan ini bersama Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Dosen dan Mahasiswa  STIE Syari’ah Bengkalis. Khodijah yang merupakan alumni STAIN Batusangkar (sekarang: IAIN Batusangkar) menyatakan dalam sambutannya bahwa STIE Syari’ah Bengkalis mengucapkan rasa terima kasih karena sudah dipercaya oleh IAIN Batusangkar sebagai mitra KKN Nasional. Berkat kesepahaman ini, STIE Syari’ah Bengkalis akan menggelar KKN Nasional untuk pertama kalinya. Beliau menginformasikan bahwa kegiatan KKN sebelumnya sempat “mati suri”, namun kembali dihidupkan pada tahun 2017. Dan pada tahun 2018 ini, ruang lingkup pelaksanaan KKN STIE Syari’ah Bengkalis kian luas dengan adanya MoU ini. Pada akhir sambutannya, Khodijah berharap agar kerja sama antara IAIN Batusangkar dan STIE Syari’ah Bengkalis terus terjalin dan terjaga demi terciptanya kemajuan akademis bagi kedua belah pihak.
Menyahuti harapan Ketua STIE Syari’ah Bengkalis, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag, selaku Ketua LPPM yang sekaligus mewakili Rektor IAIN Batusangkar, menyampaikan dalam sambutannya bahwa pada Tahun 2018, IAIN Batusangkar direncanakan akan melaksanakan KKN Nasional dengan tiga Perguruan Tinggi, yaitu UIR Pekanbaru, IAIN Padang Sidempuan dan STIE Syari’ah Bengkalis., Hal ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan  KKN Nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Tahun 2017. Pada tahun 2018 ini, direncanakan sebanyak 10 orang dari mahasiswa UIR Pekanbaru dan IAIN Padang Sidempuan serta 6 orang dari mahasiswa STIE Syari’ah Bengkalis akan ikut ber-KKN bersama-sama dengan mahasiwa IAIN Batusangkar. Begitu juga sebaliknya, direncanakan mahasiswa IAIN Batusangkar akan ber-KKN dengan mahasiwa UIR Pekanbaru sebanyak 10 orang, dengan mahasiswa IAIN Padang Sidempuan sebanyak 10 orang dan dengan STIE Syari’ah Bengkalis sebanyak 6 orang.
Lebih lanjut, Yusrizal berharap kerja sama dengan STIE Syari’ah Bengkalis, selain dapat menjalin kerjasama dalam bentuk KKN Nasional, juga diharapkan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah kedua belah pihak. Ia memaparkan banyak kemungkinan kerjasama yang dapat dijajaki oleh IAIN Batusangkar dan STIE Syari’ah Bengkalis. Kerjasama-kerjasama yang dimaksud hadir dalam Pengabdian Masyarakat Dosen, Penelitian Dosen atau bahkan “jika memungkinkan” berkolaborasi anggaran dalam melaksanakan kegiatan Kerjasama Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Dosen dengan STIE Syari’ah Bengkalis. Kesemuanya itu diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masing-masing perguruan tinggi. (YR/FN)
Share: