Minggu, 09 Oktober 2016

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT

LP2M IAIN Batusangkar Sosialisasi Kampung Islami di Nagari Tanjung Bonai Aur Sijunjung

Drs. Afwadi, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Batusangkar saat membuka diskusi bersama Tokoh Masyarakat dan Bundo Kanduang. (Foto dari kiri-kanan: Drs. Afwadi, Kabid. Pengabdian, Adam, Wali Nagari TBA, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag., Ketua LPPM IAIN Batusangkar dan Anggota BPN TBA)

Sijunjung - Falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) adalah entitas budaya masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat). ABS-SBK adalah bukti keselarasan antara nilai-nilai adat dengan nilai-nilai agama. Secara sosio-historis, fakta membuktikan bahwa ABS-SBK mampu menjadi pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat (khususnya anak) di Minangkabau, sehingga menjadi pribadi yang mandiri, rendah hati, patriotik, dan sekaligus menjadi tulang punggung bangsa, Negara dan agamanya. Perubahan sosial telah mengikis nilai-nilai ABS-SBK sehingga tidak terlihat lagi dalam tatanan kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau.
Beranjak dari hal tersebut, harus ada upaya reaktualisasi dan revitalisasi terhadap nilai-nilai ABS-SBK, terutama dalam membangun karakter anak Minangkabau hari ini dan untuk masa yang akan datang. Penerapan kembali nilai-nilai ABS-SBK ke dalam prilaku kehidupan sehari-hari memerlukan keseriusan dan komitmen semua elemen dalam Kampung dan komunitas masyarakat. Komitmen itu dibangung menuju perwujudan Kampung / kampung dengan komunitas / penduduk yang berprilaku Islami guna menunjukkan keteladanan terhadap generasi muda berbasis nilai-nilai ABS-SBK khususnya terhadap Anak Usia Dini, Anak Usia Sekolah dan Remaja.
Urung Rembuk Pemerintah Daerah/Nagari dengan Ninik Mamak, Pemangku Adat, Bundo Kanduang, Urang Sumando,  dan Pemuda dalam Kampung guna membangun komitmen kesiapan memberi keteladanan bersikap, berbicara dan berpakaian, sekaligus penandatanganan plakat kesepakatan bersama. Tujuannya, adalah sebagai sosialisasi Pentingnya Peran Ninik Mamak dan Pemangku Adat dalam me-reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai ABS-SBK dalam membentuk karakter anak kemenakan di Minangkabau. Membangun komitmen keterlibatan ninik mamak dan pemangku adat dalam mewujudkan prilaku Islami di masyarakat.
Kamis, 07 September 2016 bertempat di Masjid Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar bekerjasama dengan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur mengadakan sosialisasi mewujudkan Kampung Islami di nagarai tersebut. Sosialisasi dilakukan setelah shalat isya, dengan mengundang peserta dari Pemangku Adat, Ninik Mamak, Walinagari, Walijorong dalam Kampung, Bundo Kanduang, Pemuda dan Tokoh Masyarakat dalam Kampung atau diperluas. Turut hadir juga pada malam itu Bapak Sunardi, anggota DPRD Kab. Sijunjung.
Ketua LP2M IAIN Batusangkar, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag., yang didampingi Kepala Pusat Pengabdian, Drs. Afwadi, beserta rombongan, dalam sambutannya menggambarkan bahwa perwujudan Kampung Islami tersebut merupakan keberlanjutan dari program-program dampingan desa, masjid/surau dan pondok pesantren/madrasah. “Kampung Islami itu sendiri adalah program perwujudan masyarakat dalam bentuk pola pikir, tingkah laku, berbicara dan bepenampilan yang sesuai dengan nilai-nilai agama", kata Yusrizal.
Datuk Simarajo selaku ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai Aur, mengatakan bahwa Ninik Mamak di Nagari pada prinsipnya menyokong gerakan program kampung Islami. “Kami dari Ninik Mamak sudah mulai membentuk nuansa Islami bagi anak kemenakan di nagari. Seperti membebaskan biaya dan segala bentuk iuran bagi siswa Madrasah yang hafidz al-Qur’an”, ungkap Dt. Simarajo.
Dalam sambutannya, Adam, Walinagari Tanjung Bonai Aur menyampaikan bahwa pemerintah nagari akan bekerjasama dengan IAIN Batusangkar khususnya dalam program perwujudan kampung Islami. Adam mengajak, masyarakat untuk mendukung realisasi program tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan karakter anak kemenakan yang sesuai dengan nilai adat dan nilai agama. Sunardi, Tokoh Masyarakat yang juga anggota DPRD Kab. Sijunjung menyadari bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat berada pada konteks social-budaya dan sosial-politik. Menurutnya, peningkatan pendidikan caik secara formal maupun informal dan kemajuan teknologi tidak diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika. “Peningkatan tersebut tidak diwarnai dengan ilmu agama dan ilmu adat istiadat”, tambah Mantan Wali Nagari Tanjung Bonai Aur ini.
Musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M, Drs. Afwadi, dalam agenda sosialisasi tersebut menunjukkan pemahaman yang sama bahwa sosial masyarakat Minangkabau dewasa ini tampak ada indikasi saling menyalahkan dalam perkembangan nilai-nilai ditengah masyarakat, antara generasi muda dengan generasi tua. Padahal seharusnya, dalam ajaran Minangkabau dimana kemenakan adalah tanggungjawab bagi mamak, dan didikan terhadap anak adalah tanggungjawab orang tua. Guna menggiring pola pendidikan seperti itu, agar sesuai dengan falsafah ABS-SBK diperlukan adanya kesepakatan dan komitmen semua elemen masyarakat agar karakter anak-kemenakan nantinya dapat sesuai dengan ajaran nilai agama dan adat. (hru)

SHARE THIS

Facebook Comment

2 komentar :

  1. Assalamu'alaikum...
    Bapak Admin Website LPPM IAIN BSK, sblumnya saya mohon maaf atas kelancangannya.. Tapi pada artikel ini ada sedikit kesalahan nama daerah... yakni Tanjung Bonai Aur itu adalah sebuah Nagari, sedangkan Kumanis Juga Sebuah Nagari bukan kecamatan. Jadi, mereka itu beda nagari, yg betul itu adalah Nagari Tj.Bonai Aur kec.sumpur kudus, kab.sijunjung. Mungkin ini dapat diperbaiki. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
    Wassalam

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumsalam. Terimakasih atas koreksinya, untuk perbaikan..

    BalasHapus