Kamis, 29 Desember 2016

IAIN BATUSANGKAR SEPAKAT KERJASAMA DENGAN PEMNAG DI SUMPUR KUDUS

MoA LPPM IAIN Batusangkar dengan Nagari Kumanis,
Tj. Bonai Aur dan Tj. Bonai Aur Selatan


Ketua LPPM IAIN Batusangkar, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag., saat menandatangani MoA disaksikan Rektor IAIN, Kepala BPNPM, Camat dan Walinagari.
Foto: Hebby

Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia maupun sumber daya alam, tiga nagari di Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, yaitu Nagari Kumanis, Nagari Tanjung Bonai Aur dan Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan pada tanggal 28 Desember 2016 menandatangani naskah Memorandum of Action (MoA) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Penandatanganan MoA ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Walinagari Kumanis, Kec. Sijunjung. Walinagari Kumanis, Sumiki Kamel bertindak sebagai tuan rumah didampingi dua walinagari dari Tanjung Bonai Aur, Adam dan Tanjung Bonai Aur Selatan, Hendri. Selain itu pula acara ini turut dihadiri oleh Kepala BPNPM Kab. Sijunjung Syahrial, Camat Sumpur Kudus, Syamsu. J, S.Sos., serta Tokoh Masyarakat. Delegasi dari IAIN Batusangkar sendiri langsung dihadiri oleh Rektor Dr. H. Kasmuri, MA., didampingi Wakil Rektor III Dr. Rizal, M.Ag., dan Ketua LPPM didampingi Kepala Pusat Pengabdian Drs. Afwadi, Kepala Pusat Studi Gender Dr. Wahidah Fitriani, M.Psi., beserta staf dan  rombongan.
Pemerintah nagari (Pemnag) di tiga nagari dan LPPM IAIN Batusangkar sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kompetensi LPPM khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat dalam realisasi program bernama Perwujudan Kampung Islami, diantaranya meliputi Pembentukan dan Peningkatan Kapasistas Kelompok Home Industry, Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an dengan Metode Rubaiyat, Pelatihan Pembuatan Gula Semut dari Gula Aren, Pelatihan Pengelolaan Website, Pelatihan Anyaman Bambu dan Pelatihan Menyulam.
Acara penandatanganan MoA dibuka oleh Bupati Sijunjung yang diwakili Syahrial, Kepala BPNPM Sijunjung dengan menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan khususnya di tingkat nagari yang secara umum disinergikan dengan visi-misi bupati.
Sementara itu Rektor IAIN dalam sambutannya mengungkapkan keterbukaan IAIN sebagai perguruan tinggi agama dengan sumber daya manusia yang bisa diandalkan pada kerjasama ini.
“IAIN Batusangkar siap membantu, dan setelah MoA ini resmi berlaku maka pekerjaan ini adalah tanggungjawab kita bersama. Ini adalah pekerjaan berat, sesuai bentuk program yang diberi nama Perwujudan Kampung Islami, kita bersama-sama membangun demi kesejahteraan masyarakat pada khususnya masyarakat Sumpur Kudus,” ungkapnya.
“IAIN siap memberikan semua yang bisa dilakukan untuk membantu pengembangan dan dampingan untuk masyarakat Sumpur Kudus, baik dari segi penelitian, pandangan akademis serta pengabdian salah satunya dengan membuka komunikasi bagi kedua belah pihak untuk menggali potensi Sumpur Kusud agar menjadi lebih baik,” tambahnya.
Syahrial saat memberikan sambutan menyampaikan ucapan terima kasih serta harapan kepada IAIN Batusangkar untuk senantiasa membantu Kab. Sijunjung khususnya masyarakat Kumanis, Tj. Bonai Aur dan Tj. Bonai Aur Selatan.
“Kompetensi IAIN dengan SDM yang dimilikinya serta dengan pertimbangan kedekatan hubungan antara kedua belah pihak akan mampu menciptakan sinergi yang baik,” ungkapnya.
Setelah penandatanganan MoA, acara dilanjutkan dengan makan bersama (makan bajamba) dimana masyarakat duduk bersama dihadapan hidangan yang sudah disediakan. Kemudian acara dilanjutkan dengan peresmian Kawasan Bermain Islami di Nagari Kumanis. (hru)
Rektor IAIN Dr. H. Kasmuri, MA., sedang memberi sambutan dihadapan tamu dan undangan.
Foto: Hebby
 
Makan Bajamba yang diikuti seluruh undangan yang hadir.
Foto: Hebby

Lokasi peresmian Kawasan Bermain Islami.
Foto: Hebby
Pengguntingan pita oleh Rektor IAIN Batusangkar, simbolis diresmikannya kawasan bermain Islami.
Foto: Dok. Nagari Kumanis




·      Makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan di hari-hari besar agama Islam dan dalam berbagai upacara adat, pesta adat, dan pertemuan penting lainnya.
Share: