Sosialisasi Penerimaan Proposal Bantuan Penelitian Tahun 2021



Share:

EVALUASI PERSIAPAN KKN KOLABORASI DALAM RAPAT RUTIN

Batusangkar, senin 18 Januari 2020. Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri Batusangkar mengadakan rapat rutin mingguan. Rapat ini di hadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Dr. Muhammad Fazis,M.Pd  beserta jajaran. Rapat kali ini membahas tentang persiapan KKN Kolaborasi. Meskipun KKN Kolaborasi masih mempunyai rentang waktu persiapan yakni Juli -  Agustus, Mahasiswa tetap harus di berikan Informasi terkait dengan pelaksanaan KKN Kolaborasi nantinya.

Meski demikian, Tim pelaksana KKN Kolaborasi yang di komandoi Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat harus mulai menyurati Nagari – Nagari mana yang akan dijadikan lokasi kegiatan KKN Kolaborasi, walaupun kita belum tahu pasti apakah KKN Kolaboratif akan dilaksanakan secara luring atau daring, namun pihak Nagari yang sudah bekerja sama dengan LP2M tetap mengharapkan kedatangan Mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata  “ujar Fazis”.

Pelaksanaan pembukaan dan coaching KKN Terpadu, kehadirannya dapat diwakili oleh beberapa utusan per daerah khusus untuk daerah Kota Padang, sisanya akan di tinjau kembali dan harus di dilakukan sesuai dengan pola masing- masing lembaga, mengingat Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sebagai fasilitator kegiatan KKN terpadu.

Ketua LP2M dalam rapat juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 07 Januari 2021 yang di hadiri oleh PTN, PTKI, dan PTS Se Sumatera Barat yang menyelenggarakan KKN. Dalam pertemuan itu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan KKN DR (Dari rumah) tahun 2020 dan rencana kegiatan KKN 2021. Kesimpulan dari pertemuan itu adalah bahwa model pelaksanaan KKN tahun 2021 diserahkan kepada Perguruan Tinggi masing-masing dan Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat akan memfasilitasi pengurusan administrasi KKN dengan Pemda Provinsi Kabupaten Kota, “tambah Fazis”.  (RM)

Share:

PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MELALUI KEGIATAN KONSULTASI NASIONAL

Yogyakarta. Komisi Nasional Perempuan bersama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se Indonesia , di payungi oleh Kementerian Agama menggelar kegiatan Konsultasi nasional dalam rangka dengan mengusung tema “Membangun strategi implementasi SOP pencegahan penanganan Kekerasan Seksual (KS) di Perguruan Tinggi” . Acara ini di hadiri oleh beberapa perwakilan dari setiap PTKI yang ada di indonesia yang jumlahnya kurang lebih 21 PSGA PTKI . Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menghasilkan strategi SOP dalam mencegah terjadinya Pelecehan seksual terhadap perempuan.  Kegiatan ini menuai respon positif dari pihak kampus dan rektorat dengan di targetkannya penyelesaian SOP diakhir desember 2020.



Dengan dukungan penuh dari Direktur PTKI Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Komnas Perempuan telah 2 kali memfasilitasi  FGD penyusunan SOP pencegahan dan penanganan  korban KS di PTKI bersama dengan para pimpinan PSGA sepanjang tahun 2020 lalu. 

Acara yang diadakan tanggal 11- 14 November 2020 memiliki rangkaian kegiatan diantaranya paparan mengenai urgensi pencegahan, pengananan kekerasan sosial di kampus, studi dan diskusi KS di Perguruan Tinggi serta evaluasi proses konsultasi.

Kegiatan ini menjadi ajang sharing proses penyusunan SOP dan dialog bersama Rektor oleh para Pimpinan PSGA. Selain itu, konsultasi nasional menjadi forum pengayaan dan penguatan kapasitas bagi peserta. Dalam  kegiatan ini hadir narasumber dari Komnas Perempuan seperti Prof. Dr. Alimatul Qibtiah, Dr. Maria Ulfa Anshor, Dr. Imam Nahey, serta Wakil Pimpinan Olivia Chadijah Salampessy. Para peserta juga memahami tentang Due Diligent dalam konteks penanganan KS di lembaga Pendidikan oleh Dr. Budi Wahyuni. Sementara itu, Dr. Suwendi dari Direktorat PTKI melalui paparannya memberikan dukungan penuh dalam implementasi dengan memberikan 10% dari anggaran penelitian Direktorat PTKI untuk PSGA di seluruh Indonesia. Seluruh proses konsultasi ini di fasilitasi oleh Dr. Sri Wijayanti Eddyono, Dosen Magister Hukum UGM.

Diharapkan dengan telah dilaksanakannya acara ini dapat terjalin silahturahmi dan sinergi antar PTKI untuk saling membangun dan menguatkan komunikasi antar semua PTKI, membuka diri terhadap semua pendapat dan masukan dari warga kampus guna mencegah kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, mengembangkan asosiasi PSGA PTKI seluruh Indonesia, dan menghasilkan penelitian yang berkolaborasi antar PTKI se Indonesia (RM/EL).

Share:

RAPAT PERDANA AWAL TAHUN 2021

Batusangkar, Senin 04 Januari 2021.  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Batusangkar menggelar rapat perdana di awal tahun 2021. Rapat ini biasanya dilaksanakan hari senin setiap minggunya, tujuannya adalah untuk mengevaluasi kegiatan minggu lalu dan mengkonfirmasi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan minggu depan. Disamping itu juga dilakukan persiapan pelaksanaan kegiatan tahun 2021 , dan yang belum terlaksana di evaluasi dan menjadi PR yang harus di carikan solusinya dalam waktu dekat

Rapat perdana  yang dipimpin oleh ketua LPPM, Muhammad Fazis dalam sambutannya mengatakan rapat kali ini bernuansa dengan  semangat baru di tahun baru dan diikuti dengan bertambahnya pegawai baru yang ditugaskan di LPPM.

Rapat yang di hadiri oleh Kepala- kepala Pusat, Ka. Subag Tata Usaha dan staf membahas beberapa hal antara lain :

Teknis pelaksanaan KKN Kolaboratif;
Persiapan kegiatan penelitian dan penerbitan;
Penerbitan conference internasional ter indeks scopus;
Percepatan penyelesaian renstra;
Percepatan Penerbitan Jurnal Agenda yang di targetkan terbit 2 kali di tahun 2021;
Perwujudan Kampus responsif gender di IAIN Batusangkar.
Selanjutnya masing – masing Kepala Pusat di minta untuk mempersiapkan schedule khusus untuk persiapan teknis pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif diminta kepada kepala pusat pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan brainstorming dengan Dekan – Dekan di lingkungan IAIN Batusangkar sebelum di bawa ke rapat paripurna pejabat selingkup IAIN Batusangkar. Diharapkan persiapan yang sistematis dan terarah untuk kegiatan ini menjadi perhatian kita bersama, “ujar ketua”. (RM)

Share:

PENUHI KEBUTUHAN DOKUMEN PERENCANAAN LEMBAGA

LPPM, UPT Perpustakaan dan UPB IAIN Batusangkar Gelar Penyusunan Renstra
Peserta penyususan Renstra yang dibagi dalam beberapa tim saat sedang mendengar arahan dari                    WR I, Dr. Ridwal Trisoni., M.Pd., Senin (16/11) di Emersia Hotel & Resort Batusangkar. - Foto: Dok. LPPM
Batusangkar – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakar (LPPM) bersama UPT Perpustakaan dan Unit Pengembangan Bahasa (UPB) IAIN Batusangkar melaksanakan kegiatan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) sebagai kebutuhan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai, meliputi strategi atau arahan sebagai dasar dalam mengambil keputusan bagi organisasi/ lembaga. Bertempat di Cristal Room, Emersia Hotel and Resort Batusangkar, Senin dan Selasa tanggal 16-17 November 2020. 
Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Ridwal Trisoni, M.Pd., diikuti oleh pimpinan dan jajaran dari LPPM, UPT Perpustakaan dan UPB. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Dr. Ulya Atsani, SH., M.Hum., dan beberapa orang pendamping tim.
Dr. H. Muhammad Fazis, M.Pd., Ketua LPPM selaku penanggung jawab kegiatan melaporkan, bahwa dalam penyusunan Renstra ini melibatkan LPPM, UPB, dan Unit Perpustakaan IAIN Batusangkar dengan jumlah peserta 30 orang termasuk dengan pendamping ahli. Dalam dua hari ditargetkan Renstra LPPM, UPB dan Perpustakaan dapat diselesaikan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ridwal Trisoni, S.Ag., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap program-program kegiatan yang bersifat strategis bagi pengembangan lembaga. Renstra ini merupakan pondasi untuk program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang akan dijalankan oleh LPPM, UPB, Unit Perpustakaan. “Renstra itu sebagai pondasi kita dalam menjalankan program tentunya dengan tetap mengikuti alur dari Renstra Insitut dan seirama dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia,” tambah Ridwal.
Ketua LPM, Dr. Ulya Atsani, S.H., M.Hum., sebagai narasumber menegaskan bahwa dalam sebuah Renstra, adanya visi misi, program dan kegiatan. Dalam mengimplementasikan kegiatan berpegang pada Renstra yang telah ditetapkan. Kegiatan penyusunan Renstra LPPM, UPB dan Perpustakaan juga didampingi oleh 5 orang pendamping ahli yang mengatakan siap memberikan pendampingan kepada peserta penyusunan Renstra, agar rencana keja serta kegiatan-kegiatan benar-benar konkret dan terukur.
Dalam prosesnya penyusunan renstra, secara teknis dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi beberapa kelompok kerja atau tim. Renstra yang disusun terdiri  5 Bab, Bab I Pendahuluan, Bab II Arah Kebijakan dan Pengembangan, dan Bab  III visi misi dan tujuan, kemudian Bab IV berisi kondisi objektif dan analisis kesenjangan, serta, Bab V memuat sasaran strategis dan indikator capaian program untuk 5 tahun ke depan yaitu 2020-2024. Kegiatan ini diakhiri dengan presentasi dari setiap kelompok dan ditutup pada hari kedua pukul 17.00 WIB, dengan kesepakatan bahwa hasil rancangan ini akan disempurnakan dan dikumpul paling lambat Selasa, 24 November 2020. (*)
Share:

KKN DR TAHUN 2020

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dari Rumah (DR) Berbasis Produk Karya Pengabdian
edisi khusus selama masa covid-19
KKN dari rumah (DR) dan penyetaraan KKN
A. Buku Panduan KKN-DR Tahun 2020 download disini
B. Materi/ Bahan Orientasi:
  1. Karakteristik KKN-DR dan Penyetaraan KKN-DR download
  2. Pengorganisasian KKN-DR dan Penyetaraan KKN-DR download
  3. Pengenalan Topik KKN-DR dan Penyetaraan KKN-DR downoad
  4. Teknik Penulisan Laporan KKN-DR download
  5. Pola Penilaian KKN-DR download
Share:

PELATIHAN MENDELEY SEBAGAI MANAJEMEN REFERENSI

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Batusangkar Mengadakan Pelatihan “Mendeley sebagai Manajemen Referensi” Sabtu (04/08/2018) bertempat di Gedung K.lantai 4 IAIN Batusangkar.
Desmita selaku Pimpinan IAIN Batusangkar menyampaikan semoga dengan adanya pelatihan manajemen referensi dengan menggunakan aplikasi Mendeley ini dapat menambah pengetahuan, serta dapat menyahuti kebutuhan kita sebagai akademisi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dari dosen, peneliti dan bahkan mahasiswa sekalipun, sehingga kita dapat lebih eksis di dunia maya dan akademis dalam artian positif.
Ismail Suardi Wekke, narasumber pada pelatihan yang diikuti oleh Dosen Peneliti IAIN Batusangkar, menjelaskan bahwa kita dapat memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai search engine, rak buku di dunia maya, media sosial (mendeley group) tempat berbagi dan diskusi artikel serta dapat menjadi alat bantu repository. Peserta pelatihan diajarkan bagaimana memanfaatkan aplikasi mendeley semaksimal mungkin untuk mengelola referensi ilmiah, bibliografi dan bahkan sitasi yang merupakan sebuah elemen penting dalam penulisan karya ilmiah.
Peserta dipandu mulai dari proses pendaftaran akun, instalasi aplikasi, menyimpan artikel dan pengelolaan referensi, sitasi dan bibliografi menggunkan aplikasi Mendeley. Selanjutnya, peserta juga dikenalkan dengan berbagai fitur yang ada pada aplikasi tersebut untuk mengelola, berbagi, dan mencari referensi maupun kontak. Peserta juga dikenalkan dengan plug-in Microsoft Word yang memungkinkan penulisan sitasi maupun daftar pustaka secara otomatis berdasarkan database Mendeley hingga Fungsi OCR (Optical Character Recognition) yang memungkinkan ektraksi detil dokumen secara otomatis terhadap paper hasil scan. (RHD) 
Share:

Search This Blog

Follow by Email

Total Pageviews

Recent Posts

Label Cloud