Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Siap Masuk Kurikulum Di IAIN Batusangkar

Pegabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian Tridarma Perguruan Tinggi memiliki peran yang luar biasa untuk pengembangan Perguruan Tinggi dan Akreditasi. Dalam borang akreditasi Perguruan Tinggi sering terjadi kekurangan evidence terkait dengan kegiatan PkM. Dirjen Pendis melalui Analis Kebijakan Ahli Madia pada Sub Direktorat Penelitian dan PkM Dr. Suwendi, M.Ag. selalu menyuarakan betapa pentingnya penguasaan Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat untuk menunjang seluruh kegiatan pengabdian pada Perguruan Tinggi termasuk akreditasi. Harapannya, penguasaan terhadap metodologi PkM setiap kegiatan PkM dapat dilaksanakan secara terarah serta bersifat publikatif, metodologi PkM ini juga sangat relevan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Untuk memperkuat wacana dan penerapan Metodologi PkM, Dirjen Pendis melaksanakan Short Course Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat bagi dosen-dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui Surat Dirjen Pendis Nomor: B-836.I/DJ.I.III/KP.02.3/03/2021, Perihal Short Course Pengabdian kepada Masyarakat (Metodologi PAR, CBR, ABCD dan SL). Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menginstruksikan Pimpinan PTKIN/ PTAIS mengutus peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut sebanyak satu orang pada masing-masing kluster. Setelah dilakukan seleksi, Alhamdulillah nama-nama peserta yang diusulkan oleh IAIN Batusangkar berjumlah empat orang yaitu Dewi Dahlan, M.IP; Saadatul Maghfirah, M.H; Dra. Hadiarni, M.Pd., Kons. Dr. H. Kamaluddin, M.Ag. dinyatakan lolos sebagai peserta untuk mengikuti kegiatan ini mulai tanggal 5 s.d 30 April 2021 dengan waktu Short Course di setiap kluster dilaksanakan selama 5 (lima) kali pertemuan.
Selain itu untuk memperlihatkan serta membuktikan keseriusannya pada kegiatan workshop dan koordinasi Kuliah Kerja Nyata Daerah 3T di Serpong beberapa waktu lalu yang diikuti oleh seluruh Kepala Pusat PkM seluruh PTKIN kembali dipertegas oleh Dr. Suwendi, M.Ag. bahwa akan diupayakan agar Metodologi Pengabdian masuk dalam kurikulum. Berdasarkan Surat Dirjen Pendis dan hasil pembicaraan dalam beberapa pertemuan nasional, Dra. Hadiarni, M.Pd., Kons. Kapus PkM membahasnya bersama Rektor Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Ridwal Trisoni, S.Ag., M.Pd. dan secara substansi pimpinan menyutujui metodologi PkM masuk dalam kurikulum dan melebur pada Matakuliah Metodologi Penelitian di IAIN Batusangkar. (HD/RE)
Share:

Workshop Peningkatan Kualitas Jurnal Menuju Jurnal Terindeks Scopus

Batusangkar, 23/04/2021. Dalam rangka mewujudkan panca kebijakan rektor yang tertuang dalam Renstra IAIN Batusangkar 2020-2024, LP2M IAIN Batusangkar menggelar Workshop Peningkatan Kualitas Jurnal Menuju Jurnal Terindeks Scopus. Ketua LP2M dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya percepatan semua Jurnal yang ada di IAIN Batusangkar untuk menembus Jurnal terindek Scopus. Jumlah jurnal yang ada di IAIN Batusangkar sebanyak 24 Jurnal, 6 jurnal sudah terindek sinta, 1 jurnal terindek sinta 2 dan sisanya terindek sinta 4. Workshop ini diikuti oleh Managing Editor, Editor In Chief dan IT Manager masing-masing Jural.  Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Marjoni Imamora, M.Sc yang dalam arahannnya  mentargetkan dari 24 Jurnal yang ada di IAIN Batusangkar minimal Jurnal yang sudah terindek Sinta akan diperioritaskan menjadi pilot project percepatan Jurnal terindeks Scopus dalam rentang waktu 2021-2024.
Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Ir. Rahmat Hidayat., M.Sc.IT dari Politeknik Negeri Padang yang merupakan editor In Chief Jurnal JOIV yang sudah terindeks Scopus. Dalam paparannya Rahmat mengatakan bahwa untuk menjadikan jurnal terindek Scopus, pengelola harus menerima tulisan dari berbagai Negara dan 5 benua. Di samping itu Rahmat juga mengemukan bahwa hal lain yang harus diperhatikan adalah menulis sesuai dengan scope jurnal yang akan disubmit, gaya selingkung /template dan kadang-kadang kita harus mengubah judul dan abstrak dengan bahasa Inggris. Selanjutnya juga perlu diperhatikan sitasi, bahasa Inggris, dan umur jurnal minimal harus 2 tahun. Untuk jurnal bidang keagamaan minimal ada 10-15 yang sudah disitasi, dan bidang manajemen 45, ujar Rahmat. Di IAIN Batusangkar, jumlah sitasi tertinggi yaitu jurnal Ta'dib. Selanjutnya langkah yang dilakukan untuk jurnal Terindeks  Scopus adalah memilih 10 artikel yang sesuai dengan kriteria artikel di Scopus untuk di sitasi. (RM)
Share:

Webinar Nasional Dampak Undang-Undang Cipta Kerja Terhadap Buruh Perempuan di Indonesia

Batusangkar, 20/02/2021. Berdekatan dengan hari Kartini 21 April 2021, Pusat Studi Gender dan Anak pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  menggelar Webinar Nasional Dampak Undang-Undang Cipta Kerja Terhadap Buruh Perempuan di Indonesia pada tanggal 19-20 April 2021. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meneruskan perjuangan Raden Adjeng (RA) Kartini di masa lalu yaitu agar perempuan mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki dalam mendapatkan pendidikan dan kesempatan untuk berkarir. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora., M.Sc, dalam sambutannya Marjoni menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja ini menuai banyak benturan di berbagai pihak, oleh karena itu kita sebagai bagian dari Civitas Akademika harus bisa mengikuti kegiatan ini secara serius agar bisa mengedukasi dan memberikan pemahaman orang-orang terdekat dan keluarga tentang dampak Undang-Undang Cipta Kerja terhadap buruh di Indonesia, khususnya buruh perempuan.
Acara yang menghadirkan narasumber Dr. Nihayatul Wafiroh  Wakil Komisi 9 DPR RI dan Tiasri Wiandani, SE.,SH Anggota Komisi Nasional Perempuan ini berlangsung selama 2 hari diikuti oleh 60 peserta  . Menurut Nihayatul,  ada 3 pandangan umum FPKB  DPR RI terhadap Ruu Cipta Kerja Klaster ketenagakerjaan (Sebelum menjadi uu) yakni; Penguatan perlindungan kepada tenaga kerja & meningkatkan pekerja/buruh & keluarganya, Syarat–syarat kerja& perlindungan tenaga kerja yang relevan dengan isu kesejahteraan pekerja/buruh& keluarganya, Mendukung ekosistem investasi yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan & perlindungan pekerja/buruh. CiptaKerja adalah upaya penciptaan kerja melalui usaha kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peningkatan ekosistem investasi dan kemudahan berusaha, dan investasi Pemerintah Pusat dan percepatan proyek strategis nasional. Sementara Tiasri dalam Paparannya disebutkan tantangan yang dihadapi Perempuan kerja sampai saat ini, yakni: Perempuan pekerja masih berhadapan dengan diskriminasi dan kekerasan berbasis gender di tempat kerja, Perlindungan Hak Maternitas perempuan pekerja masih terabaikan, Kekerasan dan diskriminasi juga dihadapi oleh pekerja sektor informal dan padat karya yang banyak diampu oleh perempuan.
Tiasri merekomendasikan 5 poin dalam kegiatan tersebut yakni : DPR RI dan Pemerintah untuk meninjau ulang dan mengkoreksi potensi UU Cipta Kerja mengurangi daya pelaksanaan tanggungjawab negara dalam pemenuhan hak hak konstitusional terutama untuk mengatasi kerentanan perempuan pekerja dari eksploitasi diskriminasi dan kekerasan; Pemerintah agar tidak tergesa gesa dalam menyusun dan mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah ( sebagai peraturan pelaksanaan bagi UU Cipta Kerja mengingat Pasal Pasal yang terkandung memiliki potensi menurunkan standard perlindungan dan kerja layak bagi pekerja khususnya perempuan pekerja; DPR dan Pemerintah untuk lebih peka terhadap kepentingan dan kesentosaan perempuan pekerja dengan segera membahas dan mengesahkan UU yang secara nyata terkait dengan hal tersebut antara lain RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Akademisi dan kelompok masyarakat sipil menempuh dan mendukung langkah konstitusional baik dengan mendorong legislative, executive maupun judicial review dalam mengupaya pengujian UU Cipta Kerja serta membangun pendidikan kritis pada warga mengenai persoalan di dalam UU Cipta Kerja; Pemerintah DPR RI, Akademisi pengusaha atau pihak swasta lainnya serta masyarakat sipil bergotong royong dan dengan semangat kosntruktif mengupayakan penciptaan dan perluasan lapangan kerja yang juga saat bersamaan menguatkan pelindungan bagi pekerja dengan perhatian pada kerentanan khusus perempuan pekerja termasuk melalui penguatan kewirausahaan perempuan dalam kerangka pemberdayaan ekonomi. (RM)
Share:

WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL BERBASIS GENDER UNTUK JURNAL BEREPUTASI

Batusangkar, 06/04/2021. Pusat Studi Gender dan Anak LP2M IAIN Batusangkar menggelar Workshop Penulisan Artikel berbasis Gender untuk Jurnal Bereputasi. Kegiatan  ini di dasari  keterbatasan baik segi kuantitas maupun kualitas artikel berbasis gender pada Jurnal Agenda di IAIN Batusangkar, hal  ini disebabkan kurangnya pemahaman penulis terhadap perspektif Gender.  Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Irwan Abdullah dan Prof. Dr. Wening Udasmoro yang sama-sama berasal dari Universitas Gadjah Mada dan merupakan penulis yang aktif menulis dibidang gender dan anak. Acara yang dihadiri ratusan peserta ini di buka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Ridwal Trisoni., S.Ag., M. Pd dan mendapat dukungan penuh dari Rektor IAIN Batusangkar.
Kegiatan ini dibanjiri peminat dan pertanyaan dari para partisipan salah satunya pada bidang pengabdian kepada masyarakat yang  berbasis gender. Menurut Irwan, sebagai wujud dari support system sebaiknya pengabdian masyarakat harus terintegrasi dalam komunitas, harus ada lokal point ‘perempuan’ yang menjamin hak-hak perempuan dalam suatu daerah yang berpihak kepada perempuan dan anak. Masyarakat harus tau resiko-resiko yang terjadi dalam usia pernikahan dini dari laki-laki, contoh penelantaran terhadap istri dan tidak menafkahi. Pihak Kampus bisa memberdayakan dengan membackup perempuan /anak di suatu Nagari sehingga bisa menjadikan mahasiswa yang KKN menjadi sosok yang bisa dicontoh dan bisa mengubah mindset dan bisa menjamin hak- hak perempuan dan anak di daerah.  Output dari kegiatan ini tidak hanya laporan, namun juga dapat dituangkan ke dalam artikel yang bisa di muat ke berbagai jurnal yang bereputasi. Selain itu, trik yang bisa digunakan untuk menembus jurnal bereputasi adalah membuat tulisan yang di tulis oleh banyak orang, sehingga ada banyak argumen dalam tulisan tersebut dengan literatur review diambil dari google scholar dan jurnal. Data wawancara dimasukkan dengan cara di kutip, bahasa dalam tulisan di muat dengan bahasa yang mudah dan jelas di pahami dengan tujuan supaya ide yang disampaikan tercapai, bahasa tulisan khusus bahasa indonesia yang baik dan benar  sebelum di serahkan ke penerjemah. Sedangkan menurut Wening, Dinamika perspektif gender ini berkaitan dengan dinamika arus pemikiran sosial dan humaniora secara umum, jadi tulisan berbasis gender Ini dipraktikkan di berbagai studi yakni : sosiologi, antropologi, psikologi, politik, kajian konflik, ekofeminisme.
Disamping itu wening juga menjelaskan metode yang bisa digunakan untuk penelitian berbasis gender, namun sebelum metode digunakan hendaknya penulis melihat terlebih dahulu apa yang menjadi konfilk di masyarakat, apakah benar perempuan atau kah laki-laki, karena tidak semua tulisan berbasis gender ini muatannya hanya perempuan, subjektifitas juga di perlukan sebagai pemosisian kepada kaum yang termarjinal, karena kaum yang termajinal tidak memiliki sosial kapital dalam mempertahanankan pendapat.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan artikel yang mengutamakan analisis gender dan metodologi feminisme dengan irisan kajian lain seperti Isu-isu marjinal, Perdagangan manusia, LGBT, Kekerasan Seksual, dan Pernikahan Dini. Ada banyak jurnal yang terindeks scopus Q4  yang bisa submit oleh penulis diantaranya Masculinities and Social Change, Cahlers du Genre, Journal of Women, Politics and Policy, ujar Irwan. (RM)
Share:

WORKSHOP PERUMUSAN PEDOMAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI IAIN BATUSANGKAR

Batusangkar, 30 Maret 2021. Pusat Studi Gender dan Anak  pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  IAIN Batusangkar menggagas kegiatan Workshop Perumusan Pedoman Pencegahan Kekerasan Seksual di IAIN Batusangkar pada Tanggal 29 sampai 30 Maret 2021. Acara ini dihadiri oleh Civitas Akademika IAIN Batusangkar. Kepala Pusat Studi Gender dan Anak  Elfi., M.,Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Workshop Perumusan Pedoman Pencegahan Kekerasan Seksual ini merupakan tindak lanjut dari SK Rektor terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di IAIN Batusangkar yang hasilnya akan didirikan Unit Layanan Terpadu untuk mengatasi dan mencegah Kekerasan Seksual di lingkungan IAIN Batusangkar. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. H. Muhammad Fazis, yang dalam sesi pembukaan tersebut disampaikan bahwa kegiatan ini mendapat apresiasi  oleh Rektor IAIN Batusangkar, diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan guide line atau SOP dalam mencegah dan menanggulangi Kekerasan Seksual  di IAIN Batusangkar.
Kegiatan ini mengundang Dr. dr. Retty Ratnawati dan Dr. Sri Wiyanti Eddyono sebagai narasumber yang keduanya merupakan pakar  di bidang Hukum dan Perempuan. Dalam paparannya, tercatat sebanyak 2,398 orang perempuan yang mengadukan kepada KOMNAS Perempuan di tahun 2020  merupakan angka tertinggi dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Berdasarkan data kekerasan seksual di Perguruan Tinggi di informasikan di tahun 2019 tercatat 179 Anggota Sivitas Akademika Perguruan Tinggi yang tersebar di 29 Kota di Indonesia pernah mengalami kekerasan seksual, namun banyak korban yang memilih diam karena diancam, merasa malu dan takut, bahkan sering kali kekerasan seksual ini dihubungkan dengan ‘aib’ dan atas nama baik sehingga permasalahan ini jarang muncul di permukaan.
Pada kegiatan ini ada beberapa hal yang  direkomendasi Narasumber  bagi seluruh Perguruan Tinggi yakni : 1. Kampus harus melakukan pemulihan korban secara psikologis,  hukum, medis dan agama; 2. Kampus harus mempunyai aturan yang sistemik terkait PPKS; 3. Kampus harus menciptakan budaya anti kekerasan; 4. Kampus memberikan Penindakan terhadap Pelaku dan dapat bekerja sama dengan lembaga yang ada; 5. Perlu dilakukan pemantauan dan Evaluasi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual  di masing-masing Perguruan Tinggi. (RM)

Share:

PEMBERDAYAAN ANAK PANTI ASUHAN BERBASIS KOMUNITAS

LP2M IAIN Batusangkar melalui Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Berbasis Komunitas yang berpusat di Panti Asuhan Aisyiyah Padang Panjang. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 11 Maret s.d 9 April 2021 dengan 3 (tiga) kegiatan utama yaitu; pertama. Seminar Keterampilan Hidup dan Kewirausahaan, Tata Boga dan Pelatihan Membatik.
(Seminar keterampilan hidup dan kewirausahaan)
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas nama Rektor Institut Agama Islam Negeri Batusangkar Bapak Dr. H. Muhammad Fazis, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut Beliau menyampaikan agar peserta mengikuti kegiatan secara serius dan sungguh-sungguh. Kegiatan ini merupakan upaya memberikan keterampilan hidup yang dapat dikembangkan dan berguna bagi kehidupan di masa yang akan datang. Selanjutnya Ketua LP2M menyampaikan pesan dari Rektor bahwa bagi anak-anak Panti Asuhan yang akan melanjutkan proses studi di IAIN Batusangkar akan diberikan bergai macam fasilitas beasiswa yang relevan.
(Pelatihan membatik)
Kegiatan pertama dari rangkaian Pemberdayaan Anak Panti Asuhan adalah Seminar Keterampilan Hidup dan Kewirausahaan dengan pemateri Tarmizi, S.Pd.I., M.M., MTr., CHt, materi dalam kegiatan seminar tersebut di antaranya motivasi untuk menjadi pengusaha sukses yaitu mengalahkan mitos, memanfaatkan kekuatan fikiran bawah sadar, motivasi berprestasi dan mengubah pola pikir. Selanjutnya untuk menjadi pengusaha yang sukses perlu ada mimpi yang akan diwujudkan dan untuk itu kita perlu banyak bermimpi untu menjadi orang sukses. Tidak ada yang tidak mungkin, asalkan diiringi dengan usaha dan doa. Kegiatan kedua, membatik dengan pemateri Dosen Institut Seni Indonesia Padang Panjang merangkap praktisi Batik ibuk Widdyanti, S.Sn., M.Sn.,  yang dilaksanakan 6 (enam) kali pertemuan.  Pada kesempatan ini, keterampilan membatik yang dilatihkan, yaitu batik cap. Peserta dilatihkan dimulai dari men-cap, mewarnai, mengunci dan melorot (mencuci). Kegiatan ketiga adalah pelatihan Tata Boga yang dilaksanakan 4 (empat) pertemuan dengan pemateri praktisi kuliner Kabupaten Tanah Datar Ibu Yuliarnis. Pada pelatihan boga, pelatih mengajarkan memproduksi kue dengan peralatan rumah tangga sederhana tapi menghasilkan kue dengan kelas hotel bintang 5.
(Pelatihan Tata Boga)
Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi kegiatan oleh seluruh peserta baik secara tertulis melalui angket maupun perwakilan dari peserta yang menyampaikan pesan dan kesan secara lisan. Dalam penyampainnya perwakilan peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sesuatu yang baru dan sangat bermanfaat serta berbeda dari kegiatan-kegiatan yang lainnya, peserta juga menyampaikan kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan baik di panti asuhan Aisyiyah maupun panti asuhan lainnya Kegiatan ini direncanakan akan ditutup oleh Walikota Padang Panjang dan didampingi oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri Batusangkar sekaligus berbuka bersama dengan anak-anak panti asuhan. HD/ RE.
Share:

LP2M IAIN BATUSANGKAR TANDA TANGANI NASKAH KERJASAMA (MoA) LP2M dan LP3M UIN, IAIN dan STAIN SE-SUMATERA

Ketua LP2M IAIN Batusangkar Tandatangani Naskah Kerja Sama (MoA) LP2M dan LP3M UIN, IAIN dan STAIN Se-SUMATERA
Bertempat di Grand Central Hotel Pekanbaru, Ketua LP2M IAIN Batusangkar, Dr. H. Muhammad Fazis, M. Pd menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan para Ketua LP2M/P3M UIN, IAIN dan STAIN Se-Sumatera pada Acara Rapat Koordinasi Forum LP2M dan P3M PTKIN wilayah Sumatera. Dalam Memorandum of Agreement (MoA) tersebut tertuang Naskah Kerja Sama di Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Rapat koordinasi dilaksanakan pada Rabu dan Kamis tanggal 31 Maret dan 01 April 2021, dihadiri oleh   perwakilan UIN, IAIN dan STAIN di Wilayah Sumatera. Dalam sambutannya Plt. Rektor UIN Suska Riau Prof. Dr. Suyitno, M, Ag yang hadir secara online menyatakan menyambut baik diadakannya Rakor LP2M/P3M UIN, IAIN dan STAIN Se-Sumatera. Plt. Rektor berharap kepada para Ketua LP2M/P3M agar dapat melakukan peran strategis pada Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaboratif PTKIN Se-Sumatera terutama dalam masa Pandemi Covid ini. PKM diharapkan benar-benar dirasakan kehadirannya di masyarakat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Program strategis tersebut diharapkan dapat diformulasikan pada pertemuan ini.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Suwendi, M. Ag., Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama tentang kebijakan Pengabdian kepada Masyarakat Moderasi Beragama, berpesan untuk melaksanakan KKN Moderasi Beragama pada Program KKN PTKIN Tahun 2021. Moderasi Beragama melalui KKN dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19. Kemudian mendorong Dosen untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Metodologi CBR, PAR, ABCD dan SL. Selanjutnya membekali mahasiswa dengan Metodologi Mata Kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat melalui pendampingan. Diharapkan nanti akan ada Mata Kuliah Metodologi Pengabdian Masyarakat untuk mahasiswa.
Selanjutnya pembahasan Pelaksanaan KKN Tematik Melayu Serumpun PTKIN Se-Sumatera, Malaysia, Brunai Darussalam dan Singapura Tahun 2021, dimulai dengan penyampaian Rencana Teknis Pelaksanaan yang disampaikan oleh Tim UIN Imam Bonjol Padang yang direncanakan akan menjadi Tuan Rumah. Setelah penyampaian Rencana Progam Kerja, dilanjutkan dengan diskusi, berupa penyampaian pandangan, pendapat, pertanyaan dan evaluasi dari PTKIN terkait pelaksanaan KKN Tematik Melayu Serumpun PTKIN Se-Sumatera, Malaysia Brunai Darussalan dan Singapura Tahun 2021. Selain membahas KKN Tematik Melayu Serumpun, juga dibahas isu-isu strategis terkait Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen serta Program Kerja ke depan LP2M/P3M yang tertuang dalam Naskah Kerja Sama.
Pada kesempatan ini juga dilakukan pemilihan Ketua Koordinator Forum LP2M/P3M UIN, IAIN dan STAIN Se-Sumatera. Forum sepakat untuk mengangkat Prof. Dr. Paisol Burlian, M. Hum Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang sebagai ketua Forum LP2M/P3M UIN, IAIN dan STAIN Se-Sumatera menggantikan Dr. Hj. Ulfatmi, M. Ag Ketua LP2M UIN Imam Bonjol Padang yang sudah berakhir masa jabatannya.  Pada kesempatan ini Prof. Dr. Paisol Burlian, M. Hum sebagai Ketua Koordinator terpilih menyampaikan Program Kerja Forum selanjutnya. Salah satu agenda yang diabahas adalah rencana Rapat Koordinasi kedepan. Pada kesempatan ini Forum LP2M/P3M sepakat meminta IAIN Bangka Belitung untuk menjadi tuan rumah Rapat Koodinasi selanjutnya, yang kegiatannya direncanakan pada bulan Juli 2021.  Kegiatan Rakor ini diikuti oleh 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Sumatera, yang terdiri dari 5 UIN, 9 IAIN dan 4 STAIN dari 22 PTKIN yang diharapkan dapat hadir. YR/MF
Share:

Search This Blog

Follow by Email

Labels

Total Pageviews

Recent Posts

Label Cloud