PENGUMUMAN PERPANJANGAN WAKTU PENDAFTARAN KKN IAIN BATUSANGKAR


Share:

BP-KKN IAIN BATUSANGKAR SERAHKAN DATA LOKASI PELAKSANAAN KKN-PPM TAHUN 2018

Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP-KKN) IAIN Batusangkar telah menyerahkan data lokasi Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2018 kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat. Proses penyerahan itu seiring dengan rapat Finalisasi Penetapan Lokasi Mahasiswa KKN-PPM Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Sumatera Barat Tahun 2018 yang digelar 28 Februari silam. Bertempat di Ruang Rapat DPMD Provinsi, BP-KKN yang diwakili oleh Drs. Afwadi, M.Si dan Yose Rizal, SE menyerahkan data  lokasi KKN IAIN Batusangkar yang akan tersebar pada 5 Kabupaten, 8 Kecamatan, 26 Nagari dan 156 Jorong di Provinsi Sumatera Barat.
Afwadi,yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat di IAIN Batusangkar ini, memaparkan bahwa lokasi yang dimaksud adalah Kabupaten Tanah Datar yang meliputi 11 Jorong yang berada di 3 Nagari dan 2 Kecamatan. Sebanyak 88 orang mahasiswa direncanakan akan ditempatkan di kabupaten ini. Lokasi kedua berada di Kabupaten Agam, sebanyak 240 orang  mahasiswa akan ditempatkan di 41 Jorong yang terangkum dalam 3 Nagari dan 1 Kecamatan. Selanjutnya di Kabupaten Sijunjung yang berlokasi di 26 Jorong yang berada di 6 Nagari dan 2 Kecamatan. Sebanyak 186 orang mahasiswa akan ber-KKN di sini. Lokasi selanjutnya adalah Kabupaten Limapuluh Kota, sebanyak 384 orang mahasiswa akan diturunkan pada 48 Jorong yang berada di 1 Kecamatan dan 8  Nagari. Terakhir, Kabupaten Padang Pariaman akan menerima 336 orang mahasiswa yang akan ditempatkan di 30 Korong  yang berada di 2 Kecamatan dan 6 Nagari.
Dalam kesempatan ini, Afwadi yang juga merupakan Ketua BP-KKN angkatan III Tahun 2018 menyampaikan bahwa untuk Tahun 2018 ini, direncanakan akan ada 10 orang mahasiswa IAIN Padang Sidempuan, 10 Orang Mahasiswa UIR Pekanbaru dan 6 orang mahasiswa dari STIE Syariah Bengkalis akan ikut KKN bersama dengan Mahasiswa IAIN Batusangkar. Afwadi menambahkan bahwa pemilihan KKN bersama dengan ke 3 Perguran Tinggi tersebut adalah karena adanya kesamaan waktu pelaksanaan KKN Mahasiswa Perguruan Tinggi masing-masing dan juga merupakan tindak lanjut dari MoU dan MoA yang ditandatangani terkait dengan Pengembangan Program Pengabdian kepada Masyarakat.Salah satunya adalah dalam bentuk kerjasama Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional.
Pada kesempatan itu, DPMD Provinsi mengungkapkan bahwa tujuan pertemuan ini juga untuk menyinkronkan lokasi KKN-PPM antara Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Sumatera Barat dengan DPMD Kabupaten/Kota diseluruh Sumatera Barat. Pada rapat yang dihadiri oleh 12 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, 12 DPMD kabupaten dan 7 DPMD kota se Sumatera Barat ini, DPMD Provinsi menyampaikan harapan kepada masing-masing pihak untuk berkoordinasi agar persoalan tentang tumpang tindihnya  lokasi KKN PPM oleh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Sumatera Barat,  program kerja mahasiswa yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, persolan terkait tempat tinggal mahasiswa selama pelaksanaan KKN-PPM serta persoalan-persoalan yang akan menghambat pelaksanaannya dapat diminimalisir dan diantisipasi.(FN)







Share:

RIBUAN CALON PESERTA KKN ANGKATAN III IAIN BATUSANGKAR TAHUN 2018 IKUTI WAWANCARA POTENSI

Sekitar 1.300 orang mahasiswa IAIN Batusangkar diprogramkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan III tahun 2018. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 935 orang dari jumlah tersebut telah mendaftar secara online via e-campus IAIN Batusangkar. Pendaftaran yang akan ditutup tanggal 28 Februari 2018 ini hanya bisa diikuti oleh mahasiswa mahasiswa semester VI ke atas yang memiliki IPK minimal 2,25. Saat mendaftar, calon peserta diharuskan untuk mengunggah soft copy pas photo terbaru ukuran 3x4 cm, scan asli KTP, scan asli tranksrip nilai dan scan asli sertifikat kelulusan materi Praktek Pengamalan Ibadah (PPI).
Setelah pendaftaran berstatus diterima, calon peserta diharuskan mengikuti wawancara potensi untuk pembagian kelompok dan penempatan lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 05 Februari s.d 12 Maret 2018. Pada wawancara ini akan digali kemampuan peserta yang bisa dimanfaatkan saat KKN nanti. Seperti yang dikatakan oleh Nadya Ulfa, mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan. Mulai dari nomor HP mahasiswa dan orang tua yang aktif, pernah atau tidak menjadi imam di Masjid/Mushalla, bisa mengaji irama (tilawah) atau tidak, keahlian apa saja yang dimiliki hingga punya pacar atau tidak. Awalnya Ulfa merasa sangat grogi dan cemas, namun semua perasaan tersebut hilang karena pertanyaan yang diberikan tidak sulit untuk dijawab. Ulfa menyadari bahwa wawancara ini dilakukan agar masing-masing kelompok memiliki orang yang bisa jadi imam, bisa mengaji irama, bisa ceramah atau bisa jadi khatib. Jadi, “kelompok tersebut gak malu-maluin”, ujarnya sambil tertawa.
Hingga saat ini, wawancara ini telah diikuti oleh sekitar 250 orang. Artinya, sekitar 80% calon peserta belum mengikuti wawancara. Drs. Afwadi, M.Si, selaku ketua BP-KKN memprediksi bahwa calon peserta akan membludak pada hari-hari terakhir proses wawancara seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Kecenderungan mahasiswa yang suka mengulur-ngulur waktu sementara tenaga pewawancara yang terbatas dan tidak hanya concernuntuk mewawancara saja karena mesti mengerjakan tugas pokoknya membuat detik-detik terakhir wawancara terasa berat. Padahal panitia jauh-jauh hari telah membuka kesempatan demi menghindari penumpukan calon peserta. Sayang, usaha tersebut sepertinya belum membuahkan hasil yang menggembirakan.
Yusrizal Effendi, M.Ag, Ketua LPPM mengatakan bahwa wawancara ini sangat penting untuk diikuti. Argumennya, proses wawancara dapat menjaring potensi-potensi apa saja yang dimiliki oleh calon peserta. Misalnya ada peserta yang memiliki potensi menjadi imam, da’i/da’iyah, qori/qori’ah dan segenap potensi lainnya yang bisa dimanfaatkan ketika peserta berada di lokasi KKN. Mengingat sebuah kelompok mahasiswa KKN mesti mengakomodir perimbangan potensi personal mahasiswa dari sisi gender, bidang ilmu jurusan/ fakultas dan kemampuan lapangan lainnya. Potensi tersebut kemudian dipetakan lalu dimanfaatkan untuk didistribusikan dalam pembagian kelompok dan penempatan lokasi KKN. Strategi ini diterapkan agar terbentuk kelompok yang solid dan mampu bekerja sama untuk memberdayakan masyarakat. (FN)
Share:

Search This Blog

Follow by Email

Labels

Total Pageviews

Recent Posts

Label Cloud